12 Kerupuk Khas Indonesia : Dari Daerahmu Nomor Berapa

Kebanyakan orang Indonesia jarang puas kalau makan tidak ditemani kerupuk. Mungkin termasuk juga Anda. Kerupuk selalu jadi teman setia makan apa saja.

Dalam artikel ini, saya akan membagikan informasi tentang bermacam-macam kerupuk. Siapa tahu makanan ringan satu ini bisa menjadi inspirasi usaha Anda. Untuk itu, saya telah membaginya menjadi 4 bagian.

Kerupuk Dari Bagian Tubuh Hewan

Bagian tubuh hewan seperti daging, kulit, dan kuku bisa dijadikan bahan baku pembuatan kerupuk. Selain harganya murah, bahan baku ini juga bernilai gizi cukup baik bagi tubuh. Kerupuk-kerupuk yang terbuat dari bagian tubuh hewan diantaranya:

1. Kerupuk Ikan

Bahan baku kerupuk ikan berasal dari potongan-potongan daging ikan. Bisa berasal dari ikan lele,  ikan tenggiri, ikan gabus, ikan nila, maupun ikan patin.

Selain daging ikan yang telah dikukus, bahan baku lain pembuatan kerupuk yang dibutuhkan adalah tepung sagu, telur ayam, kaldu bubuk, bawang, putih, bawang merah, garam, gula pasir, dan air.

Kerupuk ikan ini mengandung sejumlah bahan yang baik bagi tubuh. Jika dikonsumsi secra teratur dan tidak berlebihan, maka bisa mendatangkan manfaat. Kandungan gizi dalam rata-rata kerupuk ikan diantaranya:

  1. Zat besi (vitamin bagi darah)
  2. Protein (untuk tenaga)
  3. Lemak (cadangan makanan dalam tubuh)
  4. Karbohidrat (sebagai sumber energi)
  5. Fosfor (untuk kesehatan tulang)
  6. Kalsium (untuk kesehatan tulang dan metabolisme)
  7. Air (untuk penyerapan nutrisi dalam tubuh)

2. Kerupuk Tulang

Kerupuk berbahan dasar tulang terdengar sangat tidak mungkin untuk diwujudkan. Mengingat sifat tulang yang keras dan sering menyakiti bagian dalam mulut bila tidak sengaja ikut masuk saat melumat makanan.

Namun, tidak bagi ibu rumah tangga satu ini. Pengusaha asal Banten ini berhasil menyulap tulang ikan bandeng menjadi camilan kerupuk. Yuk, simak videonya di sini

 

Selain bandeng, tulang yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan kerupuk adalah tulang ayam, tulang rawan sapi, dan tulang lele.

Harga jual kerupuk berbahan dasar tulang ikan biasanya jauh lebih murah daripada kerupuk berbahan dasar tulang rawan sapi atau ayam.

3. Rambak

Rambak adalah nama lain untuk kerupuk kulit. Rambak lebih dikenal masyarakat luas sebagai kerupuk kulit sapi. Kerupuk ini sangat terkenal di wilayah Sumatera Barat.

Kerupuk kulit juga bisa berasal dari kulit binatang lain seperti kerbau, lele, dan ayam.

Saat ini banyak juga produsen kerupuk rambak yang tidak menggunakan bahan baku kulit sungguhan. Karena memang harga kulit yang semakin hari semakin tinggi. Mereka mengganti kulit dengan tepung tapioka

Kerupuk Khas Daerah

Jalan-jalan ke suatu daerah rasanya belum lengkap jika belum membeli makanan khas daerah tersebut. Kerupuk menjadi camilan yang paling banyak dicari para pelancong.

4. Orong-orong

Oleh-oleh khas Medan, Sumatera Utara ini terbuat dari udang, tepung, dan sejumlah bahan pelengkap lainnya. Udang yang dipakai adalah udang rebon kering khas Medan bernama kecepe. Orong-orong mengeluarkan suara kriuk…kriuk…saat dimakan seperti suara kerupuk.

Orong-orong sangat cocok disantap sebagai teman makan bakso, pempek, atau nasi goreng.

5. Kemplang

Kerupuk khas daerah Sumatera Selatan dan Pulau Bangka ini kebanyakan dikenal masyarakat sebagai kerupuk Bangka. Proses pembuatan kerupuk kemplang saat meratakan adonan adalah dengan cara ‘dikemplang’ atau dipukul.

Di Pulau Bangka, kemplang dibuat melalui proses pembakaran. Sedangkan di Palembang, kemplang bisa dibakar dan digoreng. Kemplang yang dibakar teksturnya menjadi agak keras dan kenyal.

Di Bangka, kemplang disantap bersamaan dengan sambal terasi khas Bangka yang rasanya pedas manis.

Khusus di Palembang, kemplang terbuat dari ikan belida atau ikan tenggiri. Sementara, di Pulau Bangka yang kaya akan hasil laut, kemplang bisa dibuat dari udang, cumi-cumi, dan ikan khas lainnya.

Ads By Google

Di daerah Jawa, kemplang banyak dibuat dengan menggunakan bahan utama berupa singkong dan garut

Kerupuk Dari Tumbuhan

Daging buah, daun, hingga ampas tumbuhan tertentu bisa Anda manfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kerupuk. Seperti deretan kerupuk di bawah ini.

6. Kerupuk Daun Bambu

Kita semua sudah tahu sejak dulu bahwa tanaman bambu memiliki banyak manfaat. Seperti batangnya yang kuat sering dijadikan bahan bangunan dan batang mudanya yang dikenal dengan rebung juga dijadikan bahan makanan. Lalu, kini ada makanan baru yang berasal dari daun bambu.

Kerupuk daun bambu sedikit banyak sama dengan keripik bayam, kerupuk daun pepaya, dan kerupuk daun singkong. Cara pembuatannya pun hampir sama. Sama-sama menggunakan bahan tepung tapioka, tepung terigu, bawang putih, gula, garam, dan dicampur dengan air lalu digoreng.

Bedanya, kerupuk daun bambu menggunakan bahan tambahan seperti kapur sirih. Yang dipilih juga daun bambu muda.

Kerupuk ini tergolong kerupuk sehat karena di dalam daun bambu sendiri mengandung asam amino, flavonoid yang bisa mencegah penuaan dini, dan sejumlah kandungan lainnya yang bisa meluruhkan kolesterol dan mengurangi sesak nafas.

7. Kerupuk Jengkol

Kerupuk berbahan dasar jengkol yang aromanya semerbak ini sangat terkenal di Jawa Barat. Bahan pelengkap adonan kerupuk jengkol ini sama seperti adonan kerupuk lainnya yaitu tepung tapioka, bawang putih, garam, penyedap, dan air hangat. dikukusnya pun dibungkus dengan daun pisang supaya aromanya lebih sedap lagi.

Kerupuk jengkol dijual sangat murah di warung-warung. Mulai dari Rp 1.000,00 hingga Rp 5.000,00 per bungkus.

Meski harganya murah, ternyata kerupuk jengkol tidak murahan. Terbukti ia bisa menembus pasar internasional

8. Kerupuk Tahu

Makanan berprotein tinggi ini sangat digemari masyarakat kita. bisa dibilang tahu menjadi menu yang hampir setiap hari ada di meja makan kita. namun, tahu yang berasal dari tanaman kedelai ini ternyata bisa dolah juga menjadi camilan gurih nan renyah seperti kerupuk.

Begini nih cara membuat kerupuk tahu praktis

9. Kerupuk Puli

Gendar adalah nama lain dari kerupuk puli. Kerupuk ini sangat terkenal di Tanah Jawa, terutama di Madiun.

Kerupuk yang terbuat dari beras (ditumbuk halus) yang dicampur dengan tepung tapioka dan bumbu penyedap ini harus dijemur di bawah sinar matahari selama 3 hari. Setelah benar-benar kering, kerupuk ini bisa langsung digoreng. Rasa beras yang kuat dan tekstur yang kenyal serta tidak rata menjadi ciri khas kerupuk yang juga dikenal dengan nama kerupuk lempeng ini.

Kerupuk Populer

Kerupuk di bawah ini sangat mudah Anda dapatkan di warung-warung dekat dengan rumah Anda. Sementara, matangnya bisa sering Anda jumpai di penjual nasi uduk atau warung nasi.

10. Kerupuk Bawang

Kerupuk ini dikenal masyarakat luas sebagai kerupuk nasi uduk atau lontong sayur. Karena memang ia sering hadir di 2 menu masakan itu. Tapi sesungguhnya nama ‘bawang’ sendiri diambil dari merk pabrik yang memproduksinya secara masal.

11. Kerupuk Uyel

Siapa tak tahu kerupuk putih ini. Setiap melewati warung, Anda pasti pernah melihat kerupuk yang ditata rapi dalam stoples kaleng berkaca bening ini, bukan? Nama lain dari kerupuk yang terbuat dari campuran ikan-ikan dan tepung tapioka ini adalah kerupuk blek atau kerupuk mawar.

Dinamakan kerupuk blek karena memang dahulu kerupuk dijajakan dalam kaleng seng berwarna hitam (black) sehingga diplesetkan menjadi ‘blek’. Dan bentuknya juga terlihat seperti kelopak bunga mawar.

Harga kerupuk uyel ini sangat murah. Hanya Rp 1.000,00 saja per buah.

12. Kerupuk Karak

Ternyata nasi yang tidak habis bisa kita buat jadi kerupuk lho. Buat anda pengusaha katering, ini cukup bagus kan. Yuk lihat liputan kerupuk karak

Adakah jenis kerupuk yang saya lewatkan?

Ads By Google
Oleh :

Bermanfaat kan? Yuk Share ke :
Facebook Tweet


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *