Usaha Air Isi Ulang RO dan Tantangannya

Bisnis air isi ulang RO (Reverse Osmosis) adalah penyempurnaan dari bisnis air isi ulang biasa. Dengan teknologi semipermeabel yang lebih canggih, usaha ini menghasilkan air yang lebih sejuk, higienis, tidak berasa, dan tidak berbau.

Kali ini kami akan membahas mengenai hal-hal penting yang harus anda ketahui mengena air isi ulang RO.  Mulai dari apa itu RO, Hitung-hitungan seperti : jumlah modal investasi yang kita butuhkan , biaya operasional perbulan, potensi keuntungan yang bisa diperoleh, lama balik modal (break event point) dan hal detail lainnya.

Usaha Air Isi Ulang RO

Disini juga akan kita bahas mengenai persiapan berbisnis air minum RO, target pasar, tips berjualan dari yang sudah sukses berbisnis di bidang ini, serta hal-hal yang harus kita lakukan untuk menjaga konsumen

Peluang Usaha Air Isi Ulang RO (Reverse Osmosis)

Reverse Osmosis adalah proses pemurnian air dengan cara menghilangkan kandungan mineral di air. Inti dari teknologi ini adalah penyaringan bertekanan tinggi dengan menggunakan  membran semi permeable berukuran 0,0001mikron (rambut manusia dibagi 500.000 kali).

Penyaringan yang sangat canggih ini membuat membran semipermeabel berharga mahal. Selain itu jumlah air yang dihasilkan juga lebih sedikit. Kedua hal ini membuat harga Air RO lebih mahal daripada harga air minum biasa.

Catatan: Untuk melihat jenis usaha air isi ulang yang lebih murah, Baca : Analisa Lengkap dan Panduan Detail Usaha Air Isi Ulang Biasa

Meski lebih mahal, pembeli air minum RO tetap makin menjamur. Kebersihan dan kualitas Air menjadi  alasan utama mengapa bisnis ini sangat menjanjikan.

Kelas menegah di Indonesia terus meningkat, kebutuhan akan air layak minum juga terus naik. Keuntungan akan bisnis ini kian terlihat menggiurkan.

Modal Usaha Air Isi Ulang RO dan Analisa Keuntungan

Kita menggunakan analisa perhitungan dengan asumsi penjualan 40 galon per hari . Harga jual per galon Rp 6000/galon.

Modal Usaha

Paket depo air RO lengkap                  =  Rp 21.500.000

75 galon = 75 x 20.000                      = Rp 1.500.000

Motor bekas untuk pengantaran galon  = Rp 5.000.000

Total modal  yang dibutuhkan          = Rp 28.000.000

Penghasilan Perbulan  :  

Hasil penjualan = 40 x Rp6.000 x 30 hari = Rp 7.200.000

Biaya Operasional Perbulan usaha Air Isi Ulang:

2 Karyawan = 2 x 600.000         =  Rp 1.200.000

Sewa tempat usaha                   = RP  250.000

Ads By Google

Tutup + Tisu Galon                    =  RP 180.000

Air untuk bahan baku                 = Rp  1.440.000

Listrik 500 watt                         =  Rp  200.000

Bensin    untuk mengantar         =   Rp   70.000

Total biaya operasional             =  Rp 3.340.000

Penghitungan keuntungan usaha air isi ulang

Penghasilan perbulan          = Rp 7.200.000

Biaya operasional bulanan   =  Rp 3.340.000 –

Total keuntungan perbulan  =  Rp 3.860.000

Analisa Usaha Air Isi Ulang RO

Total keuntungan per tahun       =  Rp 46.320.000

Biaya perawatan per tahun       = Rp 2.000.000

Keuntungan bersih per tahun     = RP 44.320.000

Lama balik modal = Rp 28.000.000/Rp 44.320.000/tahun = 0,61 tahun  = 7,5 bulan

% keuntungan = (keuntungan per tahun)/ (modal )
=  44.320.000/28.000.000 = 165%

Angka tersebut bisa berubah, misalnya:

  • Menggunakan 7 langkah jitu yang sudah kami bahas di 7 Langkah Wajib untuk Menekan Modal dan Biaya
  • Menurunkan modal dengan cara menggunakan motor sendiri, dan atau kios sendiri. Bisa juga dengan mengganti paket depo air minum
  • Menggaji karyawan dengan jumlah yang lain
  • Menaikkan atau menurunkan harga jual air minum per galon
  • Cara Memulai Usaha Air Isi Ulang Galon

Hal-hal yang perlu anda siapkan sebelum memulai bisnis ini

  1. Modal
    Sesuaikan modal dengan paket depo air minum yang akan anda beli. Jumlah maksimal produksi akan menentukan harga paket anda.
  2. Lokasi
    Bisnis air isi ulang RO cocok untuk daerah yang mementingkan ketersediaan air dengan harga menengah. Misalnya :  Perumahan di tengah kota
    Apakah anda tahu tempat lainnya? Silahkan tulis di komentar ya.
  1. Ijin dinas kesehatan
    Biasanya, penyedia depo membantu mengurus hal ini.  Jika tidak, anda harus tetap bersemangat mengurus sendiri.
  1. Kunjungi yang sudah berpengalaman
    Bertanyalah ke orang yang pernah berbisinis di bidang inii. Mereka akan bercerita cara menaikkan omset dan menurunkan biaya.

Cara/Tips berjualan Air Isi Ulang RO

  1. Aktif menawarkan produk anda
  2. Sabar menjelaskan kualitas air minum
  3. Menempelkan ijin dari dinas kesehatan
  4. Memberi pinjaman galon gratis untuk beberapa pembeli pertama
  5. Menjaga kebersihan FRP dan rajin mengganti membran jika sudah rusak

 

Selamat menjalankan usaha. Adakah yang kurang? Mari berdiskusi di komentar

Ads By Google
Oleh :

Bermanfaat kan? Yuk Share ke :
Facebook Tweet


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *