20 Jenis Sapi Potong di Indonesia dari yang Terbaik

Setidaknya ada 20 jenis sapi potong yang bisa diternak. Mengenal jenis-jenis sapi potong memang sangat penting. Tujuannya agar memahami karakteristiknya sehingga bisa memilih yang sesuai keinginan.

Di samping itu, mengenali jenis sapi potong diperlukan untuk mengetahui potensi bobot badan maksimalnya. Pertambahan bobot badan harian sapi lokal antara 0,6-0,8 kg. Sementara itu, sapi hasil persilangan memiliki pertambahan bobot badan harian 1,5-2 kg per hari. Memilih jenis sapi yang benar bisa menghemat waktu dan pakan sapi.

Jenis Sapi Potong

Sapi persilangan merupakan hasil perkawinan sapi lokal dan impor yang unggulan. Karena itu, keturunannya masih mewarisi gabungan karakteristik dari induk asli. Kesimpulannya, genetik sapi (G) memiliki pengaruh 40% terhadap kualitas dan pertumbuhan.

Jenis Sapi Potong

Dalam artikel ini akan dibahas 20 jenis sapi potong yang bisa diternakan, baik di kawasan tropis maupun subtropis.

Bagaimana potensinya? Mari simak ulasan jenis sapi yang bagus untuk ternak ini :

1. Limousin


sumber : wikipedia

Mulanya, sapi limousin dikembangkan di Perancis. Habitat asli sapi limousin adalah kawasan berhawa dingin dan jarang ditumbuhi hijauan atau rumput. Kondisi inilah yang membuat limousin mempunyai daya tahan tubuh yang kuat.

Kini, limousin menjadi sapi potong andalan para peternak karena dagingnya berkualitas. Bobot maksimalnya mencapai 1,2 ton. Ciri-cirinya, antara lain berkulit cokelat tua, kaki putih, dan badannya panjang.

2. Simmental


sumber : wikipedia

Asalnya dari Lembah Simme, Oberland Berner, Swiss. Sapi ini memiliki karakteristik fisik berwarna kuning keemasan hingga cokelat. Bagian wajah, ekor, dan lututnya didominasi putih. Potensi bobotnya antara 600 kg sampai 1,7 ton.

3. Brahman

Sapi brahman merupakan ternak asli India dengan ciri khas punuk besar di atas bahu. Di bagian bawah leher terdapat gelambir yang melebar sampai ke perut, tanpa tanduk, dan berwarna merah atau hitam. Sapi brahman dewasa berbobot 1,1 ton dengan persentase karkas 45-50%.

4. Brahman Cross (BX)

Brahman cross (BX) adalah hasil persilangan dari sapi brahman dan lokal. Ciri fisiknya diturunkan sesuai dengan indukan. Misalnya, brahman cross dan limousin, maka badannya berwarna cokelat tua, bergelambir, punya punuk, dan bertanduk.

5. Brahman Angus (Brangus)

Disebut brahman angus atau brangus karena kulitnya berwarna hitam, dari wajah sampai ujung kaki. Sapi ini merupakan anakan hasil perkawinan sapi aberdeen angus dan brahman. Sapi brangus mampu mencapai bobot badan 1,7 ton dengan daya tahan tubuh yang cukup kuat.

6. Aberdeen Angus

Skotlandia adalah negara asal sapi ini. Lambat laun aberdeen angus menyebar ke Eropa dan Amerika. Karakteristik yang identik dengan aberdeen angus, yaitu tubuhnya diselimuti warna hitam dan sangat berbobot. Selain itu, daya tahan tubuhnya kuat sehingga tidak mudah sakit.

7. Ongole

Sepintas, sapi ongole mirip dengan brahman India. Namun jika dilihat lebih detail, ada perbedaannya, yaitu memiliki tanduk kecil. Warna tubuhnya putih, berpunuk kelabu gelap dengan titik hitam di bagian lutut.

8. Peranakan Ongole

Peranakan ongole berasal dari persilangan sapi jawa dan ongole. Ukuran tubuhnya lebih kecil daripada sapi ongole, didominasi warna putih, berpunuk, dan bergelambir. Bobot tubuhnya hanya mencapai 350 kg.

9. Sapi Bali

Sapi bali tergolong unik karena bagian pantatnya dan lutut hingga tungkai dipenuhi warna putih. Tubuhnya pendek denga bobot maksimal 400 kg. Mulanya, sapi ini berwarna merah keemasan, lalu yang jantan berubah hitam saat mencapai usia dewasa.

10. Sapi Madura

Sapi madura sering digunakan sebagai pacuan dan lomba. Ketika menginjak umur dewasa, bobot sapi ini antara 350-500 kg. Daya tahan tubuhnya termasuk kuat dan mampu bertahan hidup di cuaca tropis. Warna khasnya adalah merah bata dengan tanduk kecil di kepalanya.

11. Sapi Aceh

Perkawinan silang antara Bos sundaicus dan Zebu menghasilkan genetik baru, yaitu sapi aceh. Gelambir dan punuk di punggung menjadi ciri khas sapi ini. Sapi aceh mudah beradaptasi dengan lingkungannya dan daya tahan tubuhnya kuat. Di samping itu, sapi aceh mampu bertahan hidup meskipun kualitas pakannya jelek.

12. Simpo

Karakteristik fisik sapi simpo mewarisi indukannya. Sapi terdiri dari warna merah bata, merah, dan cokelat muda. Uniknya, di bagian dahinya terdapat segitiga berwarna putih. Dinamakan simpo karena berasal dari perkawinan silang antara simmental dan PO.

13. Beefalo

Beefalo sangat populer di Benua Amerika. Bentuknya besar dengan daging padat, rendah lemak, bebas kolesterol jahat, dan mengandung protein tinggi. Beefalo mampu bertahan dalam cuaca ekstrim dan cepat beradaptasi dengan lingkungannya.

14. Braford

Sapi braford memiliki daya tahan yang kuat ketika diternakan di kawasan beriklim panas. Sapi persilangan brahman dan hereford ini termasuk sapi unggulan. Produksi sapi braford diekspor ke negara Cina, Malaysia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.

15. Hereford

Sebagai sapi berkualitas, hereford memiliki bobot badan hingga 1,8 ton. Lambat laun, sapi dari Inggris ini mengalami penurunan potensi genetik. Bobotnya pun menjadi 1,2 ton sampai 1,8 ton.

16. Dexter

The poorman cow adalah julukan untuk sapi dexter karena bertubuh kecil. Saat dewasa, sapi ini mencapai bobot 300-350 kg dengan tinggi 170 cm. Warna khas sapi dexter, yaitu hitam, cokelat, dan abu-abu keemasan.

17. Parthenais

Perancis kembali menghadirkan produk sapi terbaiknya, yaitu parthenais. Sapi parthenais tergolong paling tua di negara tersebut. Daging dan ototnya sangat kuat dengan sedikit lemak.

Kaki sapi parthenais sangat kokoh menopang tubuh besarnya. Berat sapi pejantan mencapai 1,2 ton. Dagingnya biasa dijadikan bahan steak di berbagai restoran di Eropa. Keunggulannya, daging sapi parthenais memiliki kolesterol rendah dan rasanya lezat.

18. Belgian Blue

Belgian blue diambil dari ciri khas yang melekat pada sapi ini, yaitu bercorak biru dan putih. Bobot sapi jantannya mencapai 1,1-1,2 ton dengan tinggi 1,5 meter. Beberapa peternak sapi belgian blue pernah memeliharanya hingga berbobot 1,3 ton.

Sapi betinanya pun tidak kalah berat dengan bobot 900 kg. Tinggi sapi betina sekitar 1,4 meter. Karakteristik fisiknya sama seperti sapi jantan, yaitu didominasi kulit biru atau biru dan putih.

19. Droughtmaster

Sapi Zebu selalu melahirkan genetik unggulan, salah satunya droughtmaster. Sapi ini hasil persilangan dengan Bos taurus. Itulah sebabnya, bentuk fisik droughtmaster sangat sempurna dengan warna kemerahan yang menyelimuti tubuhnya.

20. Sapi Wagyu

Sapi wagyu adalah sapi asli Jepang yang berkembang secara signifikan ke Benua Australia dan Amerika. Sapi wagyu terdiri dari empat ras, yaitu wagyu hitam, cokelat, tanpa tanduk, dan tanduk pendek.

Daging sapi wagyu dikenal empuk, padat, dan mengandung omega 3 serta omega 6. Produksi lemak tak jenuhnya cukup tinggi sehingga menghasilkan marbling yang berkualitas.

Itulah beberapa jenis sapi potong unggulan yang biasa diternakan. Semoga dengan mengenal dan memahami karakteristiknya, Anda bisa sukses dalam beternak sapi potong.

Jenis Sapi Terbaik di Indonesia

Menurut anda mana yang terbaik?

Belum ada penelitian resmi mengenai ini. Jika anda punya kabar tolong kabari saya.

Penilaian sapi terbaik masih bergantung yang menilai.

Kalau yang tergemuk untuk korban menurut saya sapi limosin, untuk diternak di desa sapi brahman, untuk diternak di hutan sapi bali, untuk diternak di Peternakan sapi simental.

Menurut anda mana yang terbaik?

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.